Sabtu, 25 April 2020

Curug Sanghyang Taraje

Satu lagi permata alam yang masih tersembunyi dengan baik di Kabupaten Garut. Curug Sanghyang Taraje, walaupun menyandang predikat sebagai curug tertinggi di Garut, ternyata tidak dikenal secara luas oleh masyarakat, bahkan oleh orang Garut sendiri. Sanghyang Taraje, yang secara bahasa berarti tangga menuju kahyangan, memang masih tersembunyi dengan baik.
Terletak di Garut Selatan, tepatnya di Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Curug ini memang agak sulit dijangkau dari Garut Kota. Perlu sekitar dua jam berkendara dari Garut Kota untuk mencapai Curug ini. Tapi dua jam perjalanan tersebut sama sekali tidak akan terasa dengan hamparan pemandangan yang akan kalian lihat.
Hamparan kebun teh yang sangat luas bakal memanjakan mata. Megahnya tampak-belakang dari Gunung Papandayan bukan pemandangan yang bisa tiap hari dilihat, bahkan oleh orang Garut. Pemandangan senja di musim panas bakal jadi sangat luar biasa di sini. Jalanan yang panjang dan sepi membuat sensasi kebebasan dan keindahan menyatu menjadi memori yang tak kan pernah bisa terlupakan. Akses jalan menuju ke Curug Sanghyang Taraje ini sebenarnya sudah tergolong sangat baik, hanya di beberapa titik saja yang masih menggunakan jalan pedesaan yang berbatu. Walaupun demikian, jika ingin berkendara ke sana, pastikan kendaraan anda dalam kondisi prima. Dan untuk kendaraan roda empat, lebih baik dititipkan di rumah warga di desa terakhir karena jalan menuju Curug cukup sempit dan sangat curam. Tenang saja karena di desa terakhir ini banyak jasa ojek yang siap mengantar. Semakin mendekat dengan Curug, Travelmate akan melihat tebing dikejauhan sebelah kanan yang dipisahkan oleh jurang. Jangan terpana dengan keindahan tebing tersebut, karena Curug akan terlihat di sebelah kiri di bagian belakang. Ditandai dengan sebuah pos yang terbengkalai. Dari sini pun Travelmate sudah bisa melihat megahnya Curug Sanghyang Taraje.

Curug dengan ketinggian kurang lebih 100 meter ini memang terlihat seperti sudah pernah dikelola, namun pengelolaan itu seolah terhenti. Fasilitas yang ada disini praktis hanya sebuah shelter, yang ternyata cukup terawat, dan sebuah pos yang terbengkalai. Dari pos ini Travelmate tinggal berjalan kaki sekitar 5 menit untuk mencapai Curug.
Di depan Curug, Travelmate mungkin baru bakal menyadari betapa tingginya Curug Sanghyang Taraje ini. Titik-titik air yang menyambut Travelmate itu yang bakal memberitahu. Tidak seperti curug lainnya di Garut, di Curug Sanghyang Taraje, Travelmate bakal kesulitan untuk mendekati air terjun karena derasnya air yang menghantam dasar curug; langsung menghadang siapa saja dengan angin yang bercampur titik-titik air.
Titik-titik air itu jika terkena cahaya matahari akan membentuk pelangi yang indah. Pelangi yang hanya berjarak beberapa meter dari mata yang melihatnya. Bagi yang memiliki cita-cita ingin menggapai pelangi mungkin harus mencoba mengunjungi Curug Sanghyang Taraje, hehe…

Sanghyang Taraje mungkin bisa disebut sebagai alam yang masih asli. Di sore hari, Travelmate bisa melihat lutung, monyet hitam dengan ekor yang sangat panjang, bergelantungan di pepohonan di puncak air terjun. Malah menurut warga sekitar, disini juga masih sering dijumpai satwa-satwa hutan lain seperti babi hutan, ular, dan kucing hutan. Menarik bukan?

Untuk melengkapi kunjungan Travelmate, bawalah perbekalan karena tidak ada yang jualan di area curug. Juga bawalah matras agar Travelmate bisa makan-makan atau sekedar bersantai selonjoran di depan Curug. Jangan lupa sampah dibawa lagi. Dan jika ingin berenang, pastikan dulu aman ya. Kebanyakan penduduk sekitar berprofesi sebagai petani. Harga sayur-mayur disini bisa jadi sangat-sangat murah, karena disinilah salah satu sumber awal sayuran di Garut. Penduduk sekitar menggunakan air curug ini untuk pengairan lahan-lahan mereka. Salah satunya karena air di Curug Sanghyang Taraje tidak pernah surut, bahkan di musim kemarau.

Dukung terus Pariwisata Garut ya dulur! Hayu Ka Garut!

"Hutan Mati" Gunung Papandayan


Kawasan ini merupakan salah satu bagian eksotis dari Gunung Papandayan. Sebuah padang yang menyajikan pemandangan pohon-pohon kering dan memberikan pesona keindahan yang eksotis. Inilah Kawasan Hutan Mati, kawasan yang biasa dilewati para pendaki Gunung Papandayan sebelum sampai ke puncak Tegal Alun.

Merunut pada sejarah, pemandangan pohon-pohon mati di Hutan Mati ini berawal dari letusan Gunung Papandayan yang terjadi ratusan tahun silam. Letusan maha dahsyat tersebut terjadi pada 11-12 Agustus 1772, tanpa ada peringatan terlebih dahulu, Gunung Papandayan meletus dengan dahsyat dan menyebabkan sekitar empat puluh desa terkubur.
Selain itu, ada sekitar 3000 orang penduduk sekitar gunung yang terkubur ke dalam danau vulkanik. Hewan-hewan peliharaan juga tidak luput terkena imbas letusan gunung ini. Bahkan seorang penulis dari luar negeri, Lee Davis menggambarkan dahsyatnya letusan Gunung Papandayan ke dalam sebuah buku yang berjudul Natural Disaster.
Kawasan Hutan Mati menyajikan pemandangan pohon-pohon yang kering tanpa daun dan beberapa pohon bahkan sudah terlihat Menghitam. Meskipun terkesan agak suram dan sedikit berkabut namun dibalik itu, Hutan Mati memiliki daya tarik tersendiri. Pesona kesuraman pohon-pohon kering berpadu dengan hamparan tanah putih ini menjadi pemandangan yang indah.
 

Saat berada di kawasan ini, aroma bau belerang begitu terasa indra penciuman kita. Berjalan-jalan di sekitar area kawasan hutan mengundang sensasi tersendiri. Sebagian pendaki ada yang mengabadikan momen berada di sini dengan berfoto bersama dengan rekan-rekan sesama pendaki.
Hutan Mati di Gunung Papandayan memiliki daya tarik untuk di singgahi saat pendaki berusaha untuk mencapai puncak Gunung Papandayan. Kesan suram seakan hilang berganti dengan keindahan saat kita menginjakan kaki di area ini.

Dukung terus Pariwisata Garut ya dulur! Hayu Ka Garut!
 


***

Talaga Bodas

 

Banyak orang sudah mengenal Kawah Putih di Ciwidey, Kabupaten Bandung. Nah, Garut juga punya kawah yang tak kalah menarik nan eksotis. Tempatnya relatif masih sepi, sehingga cocok buat Travelmate yang mau mencari ketenangan. Nama kawah itu adalah Talaga Bodas (dalam bahasa sunda berarti Telaga Putih). Kawah Talaga Bodas terdapat pada ketinggian 1.512 MDPL di Gunung Talaga Bodas. Gunung Talaga Bodas sendiri merupakan salah satu gunung tertinggi di Garut dan masuk ke satu dari lima gunung yang digambarkan dalam logo Kabupaten Garut. Gunung stratovolcano ini terbentuk dari lava andesit dan piroklastik serta terbentuk dari letusan Gunung Galunggung.

Talaga Bodas terletak di Kecamatan Wanaraja. Jaraknya dari Garut Kota sekitar 28 km, atau sekitar 1 jam – 1.5 jam perjalanan. Kawasan pegunungan ini terbagi atas 2 wilayah, yaitu Taman Wisata Alam dan Cagar Alam. TWA Talaga Bodas mencakup area danau/telaganya saja. Luasnya 27,88 ha. Sedangkan untuk cagar alamnya sendiri mempunyai luas 258,050 ha. Untuk mencapai kawah ini, Travelmate bisa menggunakan angkutan umum yang menuju Sukawening. Lalu berhenti di alun-alun Wanaraja. Dari sini Travelmate melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek hingga masuk area TWA Talaga Bodas. Travelmate akan disuguhi pemandangan hijau sepanjang perjalanan. Mulai dari aktivitas pertanian hingga hutan. Dari kejauhan, Travelmate bisa melihat Gunung Talaga Bodas itu sendiri. Jangan sampai terlewat untuk melihat salah satu gunung yang sempat menjadi topik hangat beberapa tahun lalu, yaitu Gunung Sadahurip, gunung kerucut yang dipercaya merupakan piramida.
 
 

TalagaBodas masih relatif sepi dari pengunjung, apalagi di hari-hari kerja. Membuat suasana lebih tentram dan nyaman. Dari pos tiket, anda bisa menggunakan ojek atau berjalan kaki sekitar 200 meter. Hamparan luas danau vulkanik yang masih aktif, suara burung-burung hutan, serta pemandangan asri menjadi daya tarik tempat ini. Di sini juga ada pemandian air panas alami. Bagi yang ingin berendam di air belerang, jangan lupa membawa baju ganti ya… Katanya berendam di air panas yang masih mengandung belerang itu baik untuk kesehatan kulit, apalagi buat mereka punya kulit sensitif. Hehehe… 



Jika Travelmate mau mengeksplore lebih jauh, Travelmate bisa trekking santai ke tempat yang bernama Kawah Saat. Kawah saat adalah kawah yang aktif, namun tidak seperti TalagaBodas yang berbentuk danau (Kawah Saat sendiri dalam bahasa sunda berarti Kawah yang kering/surut). Untuk megakses tempat ini, salah satu patokannya adalah shelter yang berada di dekat jembatan menuju kolam pemandian air panas. Tempat ini sudah termasuk kawasan Cagar Alam. Travelmate harus berhati-hati disini, selain masih terdapat kawah aktif, di tempat ini pula masih terdapat cukup banyak populasi babi hutan. Selain itu, untuk memasuki kawasan Cagar Alam diperlukan izin khusus dari Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA).

Puncak tertinggi dari Gunung Talaga Bodas adalah Beuti Canar. Disarankan untuk tidak mencari tempat ini, kecuali dengan izin dan guide lokal. Hutannya masih rapat dan masih terdapat cukup banyak hewan liar disini. Ketinggian Gunung Beuticanar adalah 2.211 Mdpl. Dari puncak Beuti Canar ini Travelmate bisa melihat danau Talaga Bodas dari ketinggian. Sangat menakjubkan!













Dukung terus Pariwisata Garut ya dulur! Hayu Ka Garut!




***

Puncak Guha


Puncak Guha merupakan sebuah bukit berumput hijau yang menghadap langsung ke Samudera Indonesia, dengan sebuah gua kelelawar tepat ditengah-tengahnya.  Pemandangan Samudera dari Puncak Guha merupakan salah satu yang paling spektakuler di sepanjang Pantai Selatan Garut.
Puncak Guha terletak di antara Kecamatan Caringin dan Kecamatan Mekarmukti, namun secara administratif objek wisata ini masuk ke Kecamatan Bungbulang, tepatnya di Desa Sirnajaya. Letaknya hanya sejauh tiga kilometer saja di sebelah timur Pantai Rancabuaya. Dari Puncak Guha ke sebelah barat dapat terlihat bukit Sodong Bodas yang berbatasan langsung dengan Pantai Rancabuaya.

Bukit berumput Puncak Guha ini cukup luas dan di beberapa tempat terdapat luasan yang datar, sehingga dapat digunakan untuk membuka tenda. Beberapa pengunjung memang seringkali mengunjungi objek wisata ini untuk merasakan camping di atas bukit yang langsung menghadap ke Samudera. View matahari terbenam juga bisa mereka nikmati dari tempat ini, sembari langsung menikmati malam dan beristirahat di dalam tenda. 
Ketika bangun pagi dari tenda, kalian juga bisa menyaksikan panorama matahari terbit. Matahari terbit di sini akan muncul dari arah daratan. Walaupun demikian, panorama matahari pagi yang mulai menyinari biru nya Samudera juga sangat menarik untuk diabadikan.
Jika kalian membawa kendaraan, kalian bisa memarkir kendaraan kalian di dekat tenda kalian. Hal ini karena Puncak Guha belum memiliki lahan parkir khusus, sehingga wisatawan bisa memasukkan kendaraannya, baik roda dua maupun roda empat, langsung ke dalam lokasi.

Pengembangan Puncak Guha sebagai destinasi wisata masih terkendala. Saat ini, destinasi wisata ini berada di lahan yang telah dimiliki oleh perorangan sehingga pemerintah tidak bisa leluasa dalam mengembangkan potensi wisatanya. Hal ini dapat dilihat dari perkembangannya dari tahun ke tahun yang terlihat tidak terencana dan terorganisir dengan baik. Alih-alih membuat fasilitas-fasilitas umum penunjang wisatawan, saat ini malah ada sebuah bangunan karaoke yang berdiri di lokasi. Selain itu, pagar-pagar besi yang berkarat dan sampah yang berserakan mengurangi keindahan tempat ini.




Saat ini sudah ada pihak yang memungut tiket masuk, yaitu sebesar Rp 5.000,- per orang. Jika kalian ingin berkemah, kalian harus membayar biaya mendirikan tenda juga sebesar Rp 25.000,- per tendanya. Bila kalian ingin beristirahat di penginapan, kalian tinggal meluncur sejauh tiga kilometer ke arah barat menuju Pantai Rancabuaya. Semoga jadi tujuan tempat wisata anda ya Dulur.

Dukung terus Pariwisata Garut ya dulur! Hayu Ka Garut!



***

Karacak Valley



Suasana alam pegunungan, udara yang sejuk, semilir angin sepoy-sepoy diantara pohon pinus menjadi suplemen alam terbaik yang saya dapatkan ketika mengunjungi Karacak Valley. Liburan ke alam itu memang seru dan menyenangkan. Sedikit menghindar dari jenuhnya aktivitas sehari-hari bisa Anda lakukan dengan mengunjungi onjek wisata yang satu ini. Disini Anda dapat melihat dengan jelas landscap kota garut dengan jelas dari ketiggian. Dan jika cuaca cerah Anda juga dapat melihat sunset detik-detik terbenamnya matahari, layung bereum di langit Garut yang indah. Selain itu jika Anda kemping disini Anda juga akan melihat pemandangan kota Garut yang indah pada malam hari. Nah berkaitan dengan itu Kali ini saya akan berbagi informasi tentang Karacak Valley lengkap dengan tiket masuk serta fasilitasnya.

 Karacak Valley ialah sebuah tempat wisata alam berupa gunung dan perbukitan yang berada di sekitar kawasan Gunung Karacak. Sebuah objek wisata alam dengan pemandangan yang indah. Karacak Valley ini masuk ke dalam kawasan Perhutani kemudian dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jayamandiri yang sekarang dijadikan sebagai objek wisata alam. Karacak Valley memiliki kawasan yang cukup luas yang banyak di tumbuhi pohon pinus. Pohon pinus inilah yang membuat Karacak Valley semakin Indah. 
 
Karacak Valley mempunyai daya tarik yang memikat minat para wisatawan untuk berkunjung. Selain udara yang Karacak Valley adalah tempat yang bagus untuk melihat matahari terbenam. Karena kawasan Karacak Valley adalah perbukitan maka Anda bisa melihat Sunset yang indah dari Karacak Valley ini. Selain itu Karacak Valley juga dapat dijadikan tempat liburan bersama keluarga. Menjelajahi hutan pinus juga merupakan hal menarik yang dapat Anda lakukan disini.
Untuk Anda yang memiliki hobi bersepeda, Anda juga bisa melakukan hobi Anda dan memberikan tantangan fisik kepada diri Anda sendiri. Oh ya, perlu Anda ketahui juga Karacak Valley ini selain banyak dikunjungi wisata umum, juga banyak dikunjungi oleh para pendaki gunung dan para pesepeda. Ada treck downhill yang bisa Anda coba disini.
 
Terdapat are camping yang dapat menampung hingga 1.000 di Karacak Valley. Area Camping Ground ini dapat Anda gunakan sebagai tempat camping alternativ di garut jika tempat camping seperti Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray penuh. 
Ada banyak jalur treking dikawasan Karacak Valley anda bisa hiking menjelajahi hutan pinus dengan semua misteri didalamnya. Mengenali hal-hal baru di hutan yang tidak dapat anda temukan di tempat tinggal Anda.
Letak yang strategis tidak jauh dari pusat kota sangat memungkinkan Anda untuk mengunjungi Karacak Valley jika Anda liburan di Kota Garut. Oleh karena alasan ini, destinasi wisata yang satu ini banyak dikunjungi wisatawan. Maka tak heran jika pada saat pertama kali tempat ini dibuka menjadi tempat wisata pengunjungnya dapat mencapai hingga 1000 pengunjung.
Tiket masuk ke Karacak VAlley cukup murah, Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 10.000/Orang dewasa dan Rp. 5.000/Orang anak. Pengelola Karacak Valley juga menyediakan penyewaan tenda. Satu tenda disewakan seharga Rp 50 ribu per malam.
Parkir Kendaraan:
  • Motor: Rp. 3.000/Motor
  • Mobil: Rp. 5.000/Mobil
Lokasi Karacak Valley sangat strategis yaitu berada di Margawati tidak jauh dari Alun-Alun pusat Kota Garut. Karacak Valley masih satu kawasan Gunung Karacak
Alamat: Jalan Karacak Valley, Margawati, Garut Kota, Sukanegla, Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44113


Sebagai patokan saya akan memnadu anda dari Terminal Guntur atau dari Alaun-alun Tarogong. Tujuna utama Anda adalah sampai di perempatan Sukdana. Baik dari Arah jalan Ciledug atau jalan Pasundan Anda mabil jalan yang menuju jalan Sukdanan. Tidak jauh dari prapatan ada sebuah gapura disebelah kananjalan. Belok ke jalan tersebut dan ikuti hingga Anda menemukan persimpangan jalan kedua kemudian pilih jalan kiri ada sebuah tanjakan dengan belokan curam. Terus laju kendaraan Anda hingga jalan Anda menemukan jalan buntu diepan pintu masuk sebuah peternakan. Ambil jalan ke kiri. Sebuah jalan yang belum di aspal terus ikut jalan tersebut maka And akan sampai di Karacak Valley. Hati-hati jalannya cukup jelek berupat jalan tanah merah dan batuan besar yang belum di aspal.
Dengan semua keindahan alam yang adi di Karacak Valley serta beberpa fasilitas penunjang yang nyaman tentu membuat tempat wisata yang satu ini cukup menarik untuk di kunjungi. Apakah Anda tertarik untuk mengunjungi Karacak Valley ini? Inilah saatnya Anda berlibur. Demikianlah ulasan saya tentang Karacak Valley, sebuah destinasi wisata alam di Yang bisa Anda kunjungi jika Liburan ke Garut. Semoga bermanfaat, Jangan lupa sahare penglaman Anda jika pernah mengunjungi Karacak Valley pada kolom komentar ya. Salam Traveller!

Dukung terus Pariwisata Garut ya dulur! Hayu Ka Garut!
 


***